Search
Laman ini terakhir diperbarui pada tanggal 9 September, 2026.

Menentukan judul skripsi sering kali memicu kecemasan tinggi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Banyak mahasiswa terjebak dalam pola pikir bahwa judul skripsi harus terdengar sangat rumit atau memuat topik yang belum pernah dibahas orang lain sama sekali. Padahal, esensi utama dari sebuah skripsi bukanlah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada, melainkan mengidentifikasi pertanyaan penelitian (research question) di bidang komunikasi, lalu memilih teori komunikasi yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut secara ilmiah.


Memilih Judul dengan Menggunakan Model Lasswell

Jika Anda bingung harus memulai dari mana, solusi terbaiknya adalah kembali ke fondasi dasar ilmu komunikasi. Salah satu kerangka kerja (framework) paling terstruktur untuk membedah fenomena komunikasi adalah Model Komunikasi Harold Lasswell.

Pada tahun 1948, seorang pakar ilmu politik dan teori komunikasi asal Amerika Serikat, Harold Dwight Lasswell, merumuskan sebuah pertanyaan sederhana yang kemudian menjadi salah satu pilar utama dalam studi komunikasi massa:

"Who says what, in which channel, to whom, with what effect?"

(Siapa mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dengan efek apa?)

Formula Lasswell ini membagi proses komunikasi menjadi lima komponen yang saling terkait. Luar biasanya, setiap komponen dari model Lasswell merepresentasikan satu cabang atau paradigma penelitian yang mandiri dalam Ilmu Komunikasi.

Mari kita bedah secara mendalam kelima elemen Lasswell ini, lengkap dengan jenis penelitian, teori yang relevan, metodologi yang digunakan, hingga contoh judul skripsi konkret untuk masing-masing kategorinya.


1. Who? (Analisis Komunikator)

Elemen pertama dalam model Lasswell berfokus pada siapa pihak yang bertindak sebagai sumber (source) atau penyampai pesan (encoder). Penelitian di bidang ini membedah berbagai dimensi dari komunikator—baik itu individu (seperti influencer, politisi, atau selebriti), institusi (seperti lembaga pemerintah, perusahaan swasta, atau media massa), maupun kelompok tertentu dalam masyarakat.

Dalam riset komunikator, fokus Anda bukanlah pada apa yang dipikirkan oleh penonton atau bagaimana hasil akhir videonya, melainkan pada proses internal, motif, strategi, ideologi, produksi pesan, atau upaya pembentukan citra yang dilakukan oleh si komunikator.

Karakteristik & Fokus Penelitian

  • Bidang Studi: Public Relations (PR), Komunikasi Politik, Corporate Communication, Personal Branding, dan Studi Industri Media (Media Production Studies).
  • Fokus Utama: Manajemen krisis, strategi pembentukan citra (image building), keputusan editorial media, agenda setting internal, hingga retorika politik.
  • Metodologi yang Sering Digunakan: Kualitatif (Wawancara Mendalam dengan pihak manajemen/komunikator, Studi Kasus, Etnografi Organisasi).
  • Ragam Teori yang Sangat Relevan:
    1. Corporate Image & Reputation Theory
    2. Dramaturgical Theory (Erving Goffman) – melihat bagaimana komunikator melakukan pengelolaan kesan (impression management) di panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage).
    3. Gatekeeping Theory (David Manning White / Pamela Shoemaker) – menganalisis bagaimana komunikator atau editor menyaring informasi sebelum disampaikan kepada publik.
    4. Crisis Communication Theory (misalnya Situational Crisis Communication Theory / SCCT dari W. Timothy Coombs).

Contoh Judul Skripsi 1 (Focus: Public Relations / Manajemen Krisis)

"Strategi Manajemen Krisis Public Relations PT X dalam Mempertahankan Reputasi Perusahaan di Tengah Isu Kebocoran Data Pelanggan"

Penjelasan: Skripsi ini berfokus sepenuhnya pada langkah-langkah strategis yang diambil oleh divisi PR internal perusahaan. Peneliti akan meneliti bagaimana tim PR menganalisis situasi krisis, memilih juru bicara, merancang press release, dan mengontrol narasi agar reputasi perusahaan tidak hancur.

Contoh Judul Skripsi 2 (Focus: Personal Branding / Komunikasi Politik)

"Manajemen Kesan (Impression Management) Politisi Muda X di TikTok dalam Membangun Persona Politik Menjelang Pemilu 2024"

Penjelasan: Dengan menggunakan Teori Dramaturgi Goffman, skripsi ini meneliti bagaimana seorang politisi secara sadar merancang kontennya, memilih gaya busana, serta mengatur gaya bicaranya agar terlihat merakyat dan relevan bagi pemilih muda.


2. Says What? (Analisis Pesan)

Elemen kedua meneliti apa isi pesan yang disampaikan oleh komunikator. Jika pada elemen pertama Anda meneliti subjek pengirimnya, maka pada elemen Says What?, objek penelitian Anda adalah teks itu sendiri—baik berupa teks tertulis, audio, visual, maupun kombinasi audiovisual (multimodal).

Penelitian di bidang ini mengasumsikan bahwa teks komunikasi tidak pernah bersifat netral. Setiap iklan, berita, lirik lagu, hingga unggahan media sosial selalu membawa makna tertentu, ideologi, bias, konstruksi realitas, atau nilai-nilai budaya yang sengaja maupun tidak sengaja dimasukkan ke dalamnya.

Karakteristik & Fokus Penelitian

  • Bidang Studi: Analisis Teks Media, Semiotika, Analisis Wacana (Discourse Analysis), Studi Cultural (Cultural Studies), dan Komunikasi Massa.
  • Fokus Utama: Membedah makna tersurat dan tersirat, representasi gender/minoritas/identitas di media, pembingkaian isu berita (news framing), serta struktur wacana propaganda atau iklan.
  • Metodologi yang Sering Digunakan: Kualitatif (Analisis Semiotika, Analisis Wacana Kritis, Analisis Framing) atau Kuantitatif (Analisis Isi Kuantitatif / Quantitative Content Analysis).
  • Ragam Teori yang Sangat Relevan:
    1. Semiotics (Roland Barthes / Ferdinand de Saussure / Charles Sanders Peirce) – membedah tanda, denotasi, konotasi, dan mitos dalam teks/visual.
    2. Critical Discourse Analysis (Norman Fairclough / Teun A. van Dijk) – meneliti bagaimana bahasa digunakan untuk mengekalkan kekuasaan atau dominasi kelompok tertentu.
    3. Framing Analysis (Robert Entman / Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki) – melihat bagaimana media menyeleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari sebuah realitas.

Contoh Judul Skripsi 1 (Focus: Semiotika / Representasi Budaya)

"Representasi Toxic Masculinity dalam Lirik Lagu dan Video Musik K-Pop: Analisis Semiotika Roland Barthes pada Boyband X"

Penjelasan: Skripsi ini tidak menanyakan pendapat para penggemar K-Pop, melainkan murni membedah tanda-tanda visual (pakaian, tata cahaya, koreografi) dan lirik lagu untuk menemukan bagaimana norma maskulinitas dikonstruksi dalam karya seni tersebut.

Contoh Judul Skripsi 2 (Focus: Analisis Framing / Media Massa)

"Konstruksi Realitas Isu Perubahan Iklim pada Media Daring: Analisis Framing Robert Entman terhadap Pemberitaan di Kompas.com dan Detik.com"

Penjelasan: Peneliti membandingkan bagaimana dua portal berita besar mendefinisikan masalah, mengidentifikasi penyebab, membuat keputusan moral, dan menawarkan penyelesaian terkait isu lingkungan hidup melalui teks berita mereka.


3. In Which Channel? (Analisis Media dan Saluran)

Elemen ketiga berfokus pada media, teknologi, atau saluran yang digunakan untuk menransmisikan pesan dari komunikator kepada komunikan. Seiring dengan lompatan teknologi digital yang sangat masif, area penelitian ini mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Penelitian di ranah ini beroperasi di bawah premis bahwa media bukanlah sekadar "pipa penyalur" yang pasif. Seperti kata konseptor media kenamaan Marshall McLuhan, "The medium is the message". Karakteristik teknis, infrastruktur, fitur, hingga algoritma suatu media secara aktif membentuk, membatasi, dan mengarahkan bagaimana cara manusia berkomunikasi, membangun hubungan, hingga mengonsumsi informasi.

Karakteristik & Fokus Penelitian

  • Bidang Studi: New Media Studies, Computer-Mediated Communication (CMC), Ekologi Media, Komunikasi Digital, dan Teknologi Informasi.
  • Fokus Utama: Pengaruh fitur platform (seperti tombol like, algorithm feed, live streaming), ketersediaan teknologi (media affordances), interaktivitas media digital, hingga transformasi budaya akibat penggunaan media baru.
  • Metodologi yang Sering Digunakan: Kualitatif (Netnografi, Etnografi Digital, Studi Kasus) maupun Kuantitatif (Survei Penggunaan Teknologi).
  • Ragam Teori yang Sangat Relevan:
    1. Media Affordances Theory – menganalisis kemungkinan tindakan yang ditawarkan oleh fitur-fitur teknis suatu platform kepada penggunanya.
    2. Media Richness Theory (Daft & Lengel) – menilai tingkat kekayaan saluran media dalam menyampaikan pesan yang kompleks atau ambigu.
    3. Media Ecology Theory (Marshall McLuhan) – mempelajari bagaimana media dan teknologi komunikasi memengaruhi persepsi, perasaan, dan tingkah laku manusia.
    4. Social Construction of Technology (SCOT) – melihat bagaimana masyarakat membentuk dan memberi makna pada penggunaan suatu teknologi.

Contoh Judul Skripsi 1 (Focus: Social Media Affordances)

"Analisis Fitur Live Shopping TikTok sebagai Affordance Media dalam Membentuk Komunikasi Parasosial dan Interaksi Impulsif Pembeli"

Penjelasan: Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada karakteristik teknis TikTok Live—seperti kolom komentar real-time, sematan keranjang kuning, dan tombol gift—serta bagaimana fitur-fitur teknis tersebut menciptakan cara komunikasi baru yang tidak bisa direplikasi oleh media tradisional.

Contoh Judul Skripsi 2 (Focus: Computer-Mediated Communication)

"Dinamika Komunikasi Kelompok dalam Ruang Virtual: Studi Netnografi pada Komunitas Gamer Discord X"

Penjelasan: Skripsi ini meneliti bagaimana saluran Discord (dengan fitur voice channel, bot otomatis, dan hirarki role) memfasilitasi pembentukan norma sosial, bahasa slang unik, dan struktur organisasi kelompok dalam ruang siber.


4. To Whom? (Analisis Khalayak/Audiens)

Elemen keempat memindahkan fokus perhatian kita secara penuh kepada penerima pesan (receiver / decoder / audiens). Dalam paradigma ilmu komunikasi modern, khalayak tidak lagi dipandang sebagai sekumpulan orang pasif yang bisa diinjeksi begitu saja oleh pesan media (seperti pada Teori Jarum Hipodermik klasik). Sebaliknya, khalayak adalah agen aktif yang memiliki latar belakang budaya, psikologis, dan pengalaman hidup yang memengaruhi cara mereka merespons media.

Penelitian di ranah To Whom? berusaha menjawab pertanyaan: Bagaimana audiens menggunakan media? Mengapa mereka memilih media tertentu? Serta bagaimana mereka memaknai pesan yang mereka terima berdasarkan sudut pandang mereka sendiri?

Karakteristik & Fokus Penelitian

  • Bidang Studi: Studi Khalayak (Audience Research), Studi Resepsi (Reception Analysis), Komunikasi Antarbudaya, dan Psikologi Komunikasi.
  • Fokus Utama: Motivasi konsumsi media, pemaknaan pesan oleh kelompok sosial tertentu, pembentukan identitas penggemar (fan studies), literasi media khalayak, serta cara khalayak menyikapi disinformasi.
  • Metodologi yang Sering Digunakan: Kualitatif (Analisis Resepsi dengan Focus Group Discussion / FGD, Wawancara Mendalam) atau Kuantitatif (Survei Deskriptif Motivasi Audiens).
  • Ragam Teori yang Sangat Relevan:
    1. Uses and Gratifications Theory (Katz, Blumler, & Gurevitch) – meneliti motif dan kepuasan yang dicari serta diperoleh audiens ketika memilih media tertentu.
    2. Audience Reception Theory (Stuart Hall) – menganalisis posisi pemaknaan khalayak terhadap pesan media: Dominant-Hegemonic, Negotiated, atau Oppositional.
    3. Parasocial Interaction Theory – mempelajari hubungan emosional satu arah yang dirasakan oleh khalayak terhadap figur media atau influencer.

Contoh Judul Skripsi 1 (Focus: Analisis Resepsi / Cultural Studies)

"Pemaknaan Isu Kesehatan Mental oleh Remaja Gen Z: Analisis Resepsi Stuart Hall terhadap Drama Serial X di Netflix"

Penjelasan: Skripsi ini tidak berfokus pada isi dramanya, melainkan mengumpulkan kelompok remaja Gen Z dari berbagai latar belakang untuk diwawancarai. Peneliti menganalisis apakah mereka menerima begitu saja pesan dalam drama tersebut, menolaknya, atau menyesuaikannya dengan pengalaman hidup pribadi mereka.

Contoh Judul Skripsi 2 (Focus: Uses and Gratifications)

"Motif dan Kepuasan Pengguna Aplikasi Podcast Spotify di Kalangan Mahasiswa Pekerja (Studi Uses and Gratifications)"

Penjelasan: Peneliti mengukur alasan mengapa mahasiswa yang bekerja memilih mengonsumsi audio podcast di tengah kesibukan mereka—apakah untuk mencari informasi, pelarian dari stres (escapism), atau pendamping kesepian—serta sejauh mana kepuasan tersebut terpenuhi.


5. With What Effect? (Analisis Efek dan Dampak)

Elemen terakhir dalam model Lasswell mengkaji efek, dampak, atau perubahan yang timbul pada diri khalayak setelah mereka terpapar (exposed) oleh pesan atau media tertentu dalam jangka waktu tertentu. Efek komunikasi ini umumnya dipetakan ke dalam tiga tingkatan domain psikologis:

  1. Efek Kognitif: Perubahan pada tingkat pengetahuan, kesadaran, kepercayaan, atau persepsi audiens terhadap suatu isu.
  2. Efek Afektif: Perubahan pada tingkat emosi, perasaan, sikap (attitude), nilai, atau tingkat kesukaan audiens.
  3. Efek Konatif / Perilaku: Perubahan pada tindakan nyata (behavior), keputusan pembelian, kebiasaan hidup, atau partisipasi politik.

Karakteristik & Fokus Penelitian

  • Bidang Studi: Komunikasi Massa, Efek Media Digital, Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Persuasi, dan Komunikasi Politik.
  • Fokus Utama: Mengukur tingkat pengaruh terpaan iklan terhadap keputusan pembelian, pengaruh kampanye politik terhadap minat memilih, dampak konsumsi media terhadap kecemasan sosial, atau pembentukan opini publik.
  • Metodologi yang Sering Digunakan: Kuantitatif (Survei Eksplanatif, Analisis Korelasi, Analisis Regresi Linier, atau Eksperimen Laboratorium/Lapangan).
  • Ragam Teori yang Sangat Relevan:
    1. Agenda Setting Theory (McCombs & Shaw) – menguji apakah isu yang dianggap penting oleh media massa menjadi dianggap penting juga oleh publik.
    2. Cultivation Theory (George Gerbner) – meneliti bagaimana paparan media secara terus-menerus dalam jangka panjang membentuk pandangan khalayak tentang dunia nyata.
    3. Elaboration Likelihood Model (ELM) – menganalisis bagaimana pesan persuasif memroses dan mengubah sikap seseorang melalui jalur sentral atau periferi.
    4. Social Cognitive Theory (Albert Bandura) – mempelajari bagaimana orang meniru atau mengadopsi perilaku yang mereka lihat dari media melalui proses pengamatan.

Contoh Judul Skripsi 1 (Focus: Efek Kognitif & Konatif / Komunikasi Pemasaran)

"Pengaruh Terpaan Content Marketing di Instagram terhadap Brand Awareness dan Keputusan Pembelian Produk Kecantikan X (Studi Kuantitatif pada Konsumen Generasi Z)"

Penjelasan: Skripsi kuantitatif ini menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur seberapa sering sampel responden melihat konten produk X (Terpaan Media), seberapa jauh mereka mengingat merek tersebut (Kognitif), dan apakah paparan itu secara signifikan mendorong mereka untuk membeli produk tersebut (Konatif/Perilaku).

Contoh Judul Skripsi 2 (Focus: Efek Media / Komunikasi Politik)

"Dampak Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Tingkat Polarisasi Opini Politik Mahasiswa menjelang Pemilihan Umum"

Penjelasan: Penelitian ini menguji apakah tingginya durasi dan frekuensi mahasiswa mengonsumsi berita politik di sosial media berbanding lurus dengan semakin ekstremnya sikap/pandangan politik yang mereka miliki.


Tabel Perbandingan: 5 Elemen Lasswell

Untuk memudahkan Anda membandingkan kelima elemen ini secara langsung, perhatikan matriks pemetaan berikut:

Elemen LasswellFokus Utama PenelitianPendekatan UtamaTeori Populer yang DigunakanContoh Istilah Kunci dalam Judul
Who?Komunikator, Lembaga, Strategi PR, Identitas PolitisiKualitatif (Wawancara, Studi Kasus)Dramaturgi, Image Theory, SCCT, GatekeepingStrategi PR, Manajemen Kesan, Framing Komunikator, Personal Branding
Says What?Teks, Lirik, Gambar, Isi Berita, Tanda VisualKualitatif / KuantitatifSemiotika, Analisis Wacana Kritis, Analisis FramingRepresentasi, Analisis Semiotika, Analisis Wacana, Dekonstruksi Makna
In Which Channel?Platform, Teknologi Media, Fitur Aplikasi, CMCKualitatif / KuantitatifMedia Affordances, Media Ecology, Medium TheoryAffordance Media, Interaktivitas, Komunikasi Virtual, Netnografi
To Whom?Audiens, Penggemar, Komunitas, Persepsi PenerimaKualitatif / KuantitatifUses & Gratifications, Analisis Resepsi, Interaksi ParasosialPemaknaan Audiens, Analisis Resepsi, Motif Konsumsi, Kepuasan Pengguna
With What Effect?Dampak, Pengaruh, Perubahan Sikap, Keputusan BeliKuantitatif (Survei, Regresi, Eksperimen)Agenda Setting, Cultivation Theory, ELM, BanduraPengaruh Terpaan, Dampak Paparan, Hubungan Antara, Efektivitas Kampanye

Setelah Anda memahami kelima komponen Lasswell di atas, Anda bisa mulai menyusun rencana skripsi Anda dengan langkah-langkah praktis berikut:

Dengan memanfaatkan formula 5 Elemen Harold Lasswell (Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect), Anda tidak lagi meraba-raba di dalam kegelapan. Anda kini memiliki kompas teoritis yang jelas untuk membedah fenomena media di sekitar Anda, menemukan sudut pandang (angle) penelitian yang unik, dan melangkah dengan percaya diri menuju ujian proposal skripsi!

Gabung bersama kami membuat perubahan positif bagi masyarakat.

Baca informasi pendaftaran mahasiswa baru → Download brosur FISIP UPRI →